Otomotif Dominasi Proyek Konstruksi Kategori Industri
| Abstract: Proyek konstruksi kategori industri selama setahun terakhir didominasi oleh industri otomotif dari pabrikan/perakitan unit kendaraan, pabrikan suku cadang hingga ruang pamer dan pusat layanan purna jual.
|
Melihat data BCI Asia, dari semester kedua 2007 hingga akhir semester pertama 2008 ada 185 proyek kategori industri dengan nilai konstruksi senilai Rp5,67 trilyun, dan luas bangunan hingga mencapai 1,53 juta meter persegi sudah mulai memasuki tahapan konstruksi dengan penunjukan kontraktor utamanya.
Pembangunan fasilitas pabrik terkait industri otomotif hampir seluruhnya berada dalam kawasan industri. Tidak sulit untuk menemukan lokasi-lokasi proyek mereka. Bangunan industri ini berkisar 2.000 hingga 15.000 meter persegi. Sepertihalnya satu proyek pabrik otomotif yang dikerjakan oleh kontraktor Nusa Raya Cipta memiliki luas bangunan 15.000 meter persegi, berada di Karawang International Industrial City (KIIC).
Demikian juga Molten Aluminium Producer Indonesia PT juga sedang membangun fasilitas produksinya di Kawasan Industri Bukit Indah – Cikampek, dengan mempercayakan konstruksinya kepada Katya Tokyu PT, dan Mikuni yang membangun fasilitas produksi karburator dengan luas bangunan 10.000 berada di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, dengan Jaya Obayashi sebagai kontraktor pelaksana konstruksinya.
Masih buruknya kondisi sarana dan lambatnya pembangunan prasarana transportasi umum, serta mudahnya mendapatkan kredit kepemilikan kendaraan menyebabkan meningkatnya permintaan akan kendaraan pribadi baik motor roda dua maupun kendaraan roda empat. Kondisi ini tentunya mendorong industri otomotif terus kreatif dalam menjaring minat produk mereka dan terus menjaga ketersediaan pasokan, untuk memenuhi permintaan dan juga mengisi ceruk pasar yang belum tergarap.
Tentunya ekspansi pabrikan otomotif juga mengajak ekspansi industri pendukungnya. Seperti halnya yang dilakukan pada gedung pabrik Nihon Plast - Cibitung, Asmo Indonesia - Cibitung, Lazuardi Rukun Perkasa, NGK Busi Indonesia's, NSK Indonesia - Cibitung, AKS Precision - Cibitung, Yamaha Connecting Building - Karawang, Yamaha Indonesia, YKK Zipper Indonesia Plant, Asmo Indonesia.
Selain pabrikan unit kendaraan dan suku cadang, industri otomotif juga mendorong investor untuk mendekatkan layanan penjualan dan purna jual kepada masyarakat tidak hanya di Jakarta, namun juga di daerah seperti halnya dibangun Agung Auto Mall di Jalan Arenka, Pekanbaru yang merupakan pusat penjualan otomotif dengan luas bangunan 10.000 meter persegi yang dibangun dengan kontraktor Mitra Bangun Wahana Indah PT. Juga Mitra Pinasthika Mustika Motor PT membangun dua ruang pamer di Pasuruan dan Mataram.
Industri rokok juga tidak kalah diam, ada delapan proyek yang terkait dengan industri ini yaitu tiga proyek milik Sampoerna, dua proyek milik Bentoel, sedangkan Djarum dan Gudang Garam melaksanakan masing-masing satu proyek. Sampoerna merenovasi gudangnya di kawasan Berbek, Surabaya di samping membangun gudang di Pekanbaru dan Padang dengan luas bangunan masing-masing seluas 4.500 meter persegi. Bentoel merenovasi fasilitas produksi rokok SKM-nya seluas 7.000 meter persegi di Malang dan menunjuk Multibangun Adhitama Konstruksi (Multikon) PT sebagai kontraktor untuk membangun tiga unit gudang dengan total luas bangunan 10.000 meter persegi. Sedangkan Gudang Garam menunjuk Deserco Development Services PT dan Swadaya Graha PT sebagai tim perancang dan pelaksana dalam membangun gudang seluas 8.400 meter persegi di Gempol, Pasuruan.
Industri yang memproduksi pupuk juga cukup banyak melaksanakan pekerjaan konstruksi di antaranya Pupuk Kaltim dengan proyek NPK Granul, Petrokimia Gresik dengan proyek RPO dan Natrium Phospor Kalium (NPK), Inkud Agritama PT, CCM Agripharma PT, Agri Indomas PT. Ada 15 proyek yang tercatat, dengan total biaya konstruksi sekitar Rp462 miliar dengan luas bangunan hingga 157 ribu meter persegi.
Untuk industri makanan dan minuman, ada 14 proyek, dengan total luas bangunan 63.000 meter persegi dan biaya konstuksi hingga Rp116,5 milyar, tersebar di kota-kota Bekasi, Tangerang, Bogor, Serang, Pasuruan dan Sidoarjo. Termasuk perluasan pabrik air minum dalam kemasan Aqua di Pasuruan, dan pembangunan gedung fasilitas produksi dan kemasan Sanqua di Citeureup, Bogor. Artha Karya Utama PT, di kawasan Jababeka membangun gedung pabrik makanan seluas satu hektar persegi dan Tora Bika pabrik produk kopi membangun fasilitas pengemasan di kawasan Cikupa Tangerang dengan luas bangunan 9.000 meter persegi.
Di bidang pengolahan minyak sawit, ada dua perusahaan yang melaksanakan konstruksinya yaitu Dua Kuda Indonesia di KBN Marunda dan Gozco Plantation di kawasan Muara Enim di Sumatera Selatan. Di pabrik pengolahan kelapa sawit (CPO), ada 6 pabrik yang mulai konstruksi yaitu milik Pancur Sawit Mas dan Surya Dumai Grup di Riau, 2 pabrik milik Teladan Prima Grup di Palangkaraya dan Inkud Agritama di Sumatera Barat, serta Sampoerna Agro di Sumatera Selatan. Sedangkan satu proyek milik Antang Ganda Utama menambah unit produksinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya dari 30 hingga 60 ton per jam.
Kontak konsultan BCI Asia di Jakarta atau di Surabaya untuk mendapatkan informasi detail proyek lengkap beserta alamat para penentu kebijakan proyek-proyek konstruksi di atas, baik pemilik proyek, konsultan perencana, maupun para kontraktor pelaksananya (dp).